Bencana ekologis banjir dan longsor di Sumatra menimbulkan kerugian mencapai puluhan triliun rupiah. Celios menghitung perkiraan kerugian akibat bencana mencapai Rp 68,67 triliun.
Angka ini mencakup kerusakan rumah penduduk, kehilangan pendapatan rumah tangga, rusaknya fasilitas infrastruktur jalan dan jembatan serta kehilangan produksi lahan pertanian yang tergenang banjir-longsor.
Apakah akan ada Dermawan Indonesia yang terketuk hatinya untuk mengulurkan tangan membantu saudara- saudaranya yang tertimpa musibah?
Seseorang yang dermawan adalah orang yang bercirikan kebaikan, kemurahan hati, dan keinginan tulus untuk berbuat baik dan membantu orang lain, seringkali menunjukkan belas kasih, pengertian, dan kedermawanan, bertindak tanpa pamrih untuk memberi manfaat bagi orang atau lembaga.
Mereka bermaksud baik, berhati hangat, dan menunjukkan perilaku seperti menyumbang, mendukung orang lain, dan mempromosikan kesejahteraan, mewujudkan altruisme daripada kepentingan diri sendiri.
Tindakan atau perilaku kedermawanan mereka bersifat tulus bukan untuk tujuan Pencitraan diri sendiri.
Karakteristik utama
- Kebaikan & Belas Kasih:
Mereka berhati baik, simpatik, dan menunjukkan kepedulian terhadap penderitaan orang lain. - Kemurahan Hati: Mereka dengan rela memberikan waktu, uang, atau sumber daya untuk membantu orang lain.
- Altruisme: Mereka mengutamakan kebutuhan orang lain daripada kebutuhan mereka sendiri, bertindak tanpa pamrih.
- Berniat Baik: Tindakan mereka dimotivasi oleh niat baik dan keinginan untuk hasil yang positif.
- Memberikan dukungan:
Mereka memberikan bantuan dan menciptakan lingkungan yang positif, seperti yang terlihat dalam kepemimpinan yang dermawan.
Contoh perilaku nyata:
Seorang individu kaya yang menyumbang uang ke badan amal (tindakan dermawan).
Seorang pemimpin yang menunjukkan kepedulian dan dukungan tulus terhadap kesejahteraan anggota kelompok atau karyawannya (kepemimpinan dermawan).
Seorang lansia yang lembut, suka membantu, dan tidak akan menyakiti siapa pun (sosok dermawan).
Kedermawanan adalah sifat kepribadian yang merujuk pada kecenderungan seseorang untuk bertindak dengan kebaikan, kemurahan hati, dan belas kasih terhadap orang lain.
Seseorang yang dermawan mungkin termotivasi oleh keinginan untuk membuat perbedaan positif dalam kehidupan orang lain dan untuk mempromosikan kebaikan dan kasih sayang. Mereka juga mungkin termotivasi oleh rasa kewajiban atau tanggung jawab untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Seseorang yang dermawan dapat dipandang sebagai panutan atau pemimpin di komunitas mereka karena tindakan positif dan kesediaan mereka untuk membantu orang lain.
Beberapa orang-orang kaya yang dermawan :
Warren Buffett
Ia berkomitmen untuk secara bertahap menyumbangkan seluruh uang tunainya kepada yayasan filantropi dan akan meninggalkan sebagian besar kekayaannya kepada Yayasan Bill dan Melinda Gates.
Bill Gates & Melinda French Gates: Para pendiri Microsoft ini mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation, yang merupakan yayasan amal swasta terkaya di dunia. Sumbangan seumur hidup mereka diperkirakan mencapai sekitar $47,7 miliar, yang berfokus pada kesehatan global, pengentasan kemiskinan, dan pendidikan.
Penutup:
Indonesia memiliki banyak konglomerat.
Jumlah konglomerat di Indonesia bervariasi tergantung definisi, namun Forbes mencatat ada sekitar 35 konglomerat (>$1 miliar) pada April 2024, menempatkan Indonesia di peringkat 8 Asia, sementara laporan Knight Frank (2025) menyebut ada 8.120 individu super-kaya (>$10 juta) di Indonesia.
Berapa orang diantara mereka yang tergolong dermawan?
Sayangnya tidak ada data tentang orang kaya Indonesia yang memiliki sifat dermawan sejati.
Bantuan para dermawan bisa diumumkan secara terbuka kepada publik karena secara psikologis akan memotivasi setiap orang.
Sikap atau naluri untuk peduli dan mengutamakan kepentingan serta kesejahteraan orang lain (altruisme), bahkan tanpa mengharapkan imbalan atau pamrih pribadi; sangat MENULAR dan menyebar ke orang lain, menciptakan efek domino di mana satu tindakan kebaikan dapat menginspirasi lebih banyak lagi, bahkan menjangkau orang-orang yang belum pernah ditemui oleh orang tersebut, melalui fenomena psikologis yang dikenal sebagai “efek peningkatan moral”.
Ditunggu kepedulian para konglomerat Indonesia untuk membantu korban bencana Sumatera yang nasibnya berbeda 180 derajat dengan mereka.
“Setiap orang harus memutuskan apakah ia akan berjalan dalam terang altruisme kreatif atau dalam kegelapan keegoisan yang merusak”.
~Martin Luther King, Jr.
Retno Triani Soekonjono
Psikolog
Pembina Yayasan Soekarmini
