<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yayasan Soekarmini</title>
	<atom:link href="https://www.soekarmini.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.soekarmini.org</link>
	<description>Ketulusan Empati</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jan 2026 12:04:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/cropped-soekarmini-logo-favicon-202-1-32x32.png</url>
	<title>Yayasan Soekarmini</title>
	<link>https://www.soekarmini.org</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>What is Your Legacy?</title>
		<link>https://www.soekarmini.org/what-is-your-legacy/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Soekarmini]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 07:49:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.soekarmini.org/?p=98</guid>

					<description><![CDATA[Apa yang akan menjadi warisanmu? Apa tanda bahwa kamu pernah ada di bumi? Ceritamu akan menjadi warisan terbesar yang akan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang akan menjadi warisanmu? Apa tanda bahwa kamu pernah ada di bumi?</p>
<p>Ceritamu akan menjadi warisan terbesar yang akan kamu tinggalkan di dunia ini ketika kamu pergi bersama para malaikat. Tidak ada warisan yang seindah kebaikan.</p>
<p>Orang mungkin bersikap tidak logis, tidak masuk akal, dan egois tapi cintailah mereka bagaimanapun juga. Satu-satunya hal yang akan kamu bawa ketika kamu pergi adalah apa yang kamu tinggalkan.</p>
<p>Warisan terbaik yang bisa kamu tinggalkan bukanlah perusahaan, bisnis, beberapa bangunan, perkebunan atau jalan yang dinamai sesuai namamu, atau perhiasan atau uang di bank atau saham, tetapi keluarga, teman, orang-orang dan dunia yang telah terpengaruh dan tersentuh oleh kebaikanmu.</p>
<ul>
<li>Mereka akan berterima kasih atas cinta dan kebaikanmu.</li>
<li>Belum terlambat untuk mulai menciptakan warisanmu.</li>
<li>Apa yang kamu lakukan sekarang akan mempengaruhi generasi berikutnya.</li>
<li>Sekali lagi, apa warisanmu?</li>
</ul>
<p><strong>Warisanmu adalah apa yang kamu lakukan sekarang. </strong>(YSPR/FL)</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-16 size-full" src="https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2025/12/micro-logo-soekarmini.png" alt="" width="50" height="48" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Donasi atau Berbagi, Itu Membangun Masyarakat Yang Lebih Baik</title>
		<link>https://www.soekarmini.org/donasi-atau-berbagi-itu-membangun-masyarakat-yang-lebih-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Soekarmini]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 07:47:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.soekarmini.org/?p=94</guid>

					<description><![CDATA[Donasi atau berbagi adalah tindakan yang memiliki dampak luar biasa dalam memperbaiki kehidupan orang-orang di sekitar kita serta membangun masyarakat&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Donasi atau berbagi adalah tindakan yang memiliki dampak luar biasa dalam memperbaiki kehidupan orang-orang di sekitar kita serta membangun masyarakat yang lebih baik secara keseluruhan.</p>
<p>Tindakan ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada yang membutuhkan, tetapi juga memiliki efek positif yang luas, baik bagi penerima maupun pemberi.</p>
<p><strong>Menyokong Masyarakat yang Membutuhkan:</strong> Donasi atau berbagi adalah cara paling langsung untuk membantu mereka yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, kesehatan, atau bencana alam. Dengan memberikan sumbangan ke organisasi amal atau langsung kepada individu yang membutuhkan, kita dapat memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses ke layanan kesehatan.</p>
<p><strong>Membangun Kesadaran dan Empati:</strong> Tindakan berbagi tidak hanya tentang memberikan materi atau uang, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan empati terhadap kondisi orang lain. Hal ini membantu kita untuk lebih memahami tantangan yang dihadapi oleh orang lain, meningkatkan toleransi, dan memperluas pandangan kita terhadap dunia.</p>
<p><strong>Mendorong Perubahan Sosial dan Pembangunan Komunitas:</strong> Donasi dapat menjadi motor perubahan sosial yang signifikan. Dengan mendukung proyek-proyek pembangunan komunitas, seperti pembangunan sekolah, program kesehatan masyarakat, atau inisiatif lingkungan, kita ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi semua orang.</p>
<p><strong>Memberikan Rasa Kebahagiaan dan Kepuasan Pribadi</strong>: Tidak ada yang lebih memuaskan daripada memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Tindakan berbagi memberikan rasa kebahagiaan, kepuasan pribadi, dan perasaan bahwa kita memiliki peran yang positif dalam masyarakat. Ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional kita sendiri.</p>
<p><strong>Memupuk Budaya Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial</strong>: Dengan aktif berdonasi atau berbagi, kita membantu memupuk budaya kepedulian dan tanggung jawab sosial di masyarakat. Hal ini penting dalam membangun komunitas yang inklusif dan solidaritas yang kuat di antara warganya.</p>
<p><strong>Membangun Jaringan Sosial dan Kolaborasi:</strong> Aktivitas donasi juga dapat membuka pintu untuk membangun jaringan sosial yang lebih luas dan kolaborasi antara individu, organisasi, dan perusahaan yang memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini bisa menjadi platform untuk berbagi pengetahuan, sumber daya, dan solusi untuk masalah-masalah sosial yang kompleks.</p>
<p><strong>Donasi atau Berbagi: </strong>Bukan hanya tentang memberikan bantuan finansial atau materi, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif yang luas bagi masyarakat dan dunia. Dengan tindakan ini, kita bisa menjadi agen perubahan yang positif dan berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik untuk semua orang.</p>
<p>Oleh karena itu, mari kita semua bersama-sama berkomitmen untuk berbagi dan memberikan, karena setiap tindakan kecil pun memiliki potensi untuk membuat perbedaan besar dalam kehidupan orang lain. (YSPR/FL)</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-16 size-full" src="https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2025/12/micro-logo-soekarmini.png" alt="" width="50" height="48" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosok Ibu Soekarmini</title>
		<link>https://www.soekarmini.org/sosok-ibu-soekarmini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Soekarmini]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 04:06:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.soekarmini.org/?p=209</guid>

					<description><![CDATA[Sejarah besar menyorot nama-nama yang berdiri di panggung utama, selalu ada sosok-sosok lain yang bekerja dalam senyap, menyulam ketahanan keluarga,&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah besar menyorot nama-nama yang berdiri di panggung utama, selalu ada sosok-sosok lain yang bekerja dalam senyap, menyulam ketahanan keluarga, mengikat kembali yang tercerai, dan menjaga api tetap menyala.</p>
<p>Sosok perempuan sederhana ini lahir dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Nyoman Rai pada 13 Maret 1899 di Singaraja, Bali dan meninggal di pada 22 Oktober 1984 di Blitar, Jawa Timur &#8211; memiliki peran besar dalam perjalanan hidup Sang Proklamator sejak kecil hingga masa pengasingan.</p>
<p><strong>Sosok Penghubung Dalam Masa Pengasingan</strong><br />
Ketika Soekarno muda diasingkan ke berbagai daerah Nusantara dari Flores hingga Sumatera, sosok Soekarmini tampil sebagai jembatan hidup bagi keluarga.</p>
<p>Ia ditugaskan oleh ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, untuk menjemput, mengunjungi, dan memastikan adiknya tetap terhubung di tengah keterbatasan transportasi dan komunikasi kala itu.<br />
<img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-210" src="https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/foto-soekarmini-soekarno.jpg" alt="" width="810" height="510" srcset="https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/foto-soekarmini-soekarno.jpg 810w, https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/foto-soekarmini-soekarno-300x189.jpg 300w, https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/foto-soekarmini-soekarno-768x484.jpg 768w, https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/foto-soekarmini-soekarno-570x360.jpg 570w" sizes="(max-width: 810px) 100vw, 810px" /><br />
Pada masa ketika perjalanan laut membutuhkan berbulan-bulan, dan akses antar pulau mahal serta penuh risiko, langkah Soekarmini hanya mungkin terjadi berkat dukungan suaminya, Poegoeh Reksoatmodjo, seorang pejabat irigasi pada masa transisi Hindia Belanda.</p>
<p>Soekarmini adalah kisah tentang pengorbanan, kesetiaan keluarga, dan perempuan yang bekerja dalam diam untuk menopang sejarah bangsa. Kisah yang layak diceritakan ulang, bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian inti dari mozaik perjalanan keluarga Proklamator.</p>
<p>Ketulusan, kasih sayang, dan keteguhan karakter Soekarmini menjadi fondasi pembentukan semangat juang sang adik, yang kemudian menginspirasi bangsa.</p>
<p><strong>Anak-anak Soekarmini, Cerdas dan Berprestasi</strong></p>
<ul>
<li><strong>Ir. Soekojono</strong>, orang yang membangun dan mendesign Tugu Pahlawan Surabaya, sekaligus salah satu pendiri Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya. (anak pertama)</li>
<li><strong>Soejoso Poegoeh S.H</strong> adalah seorang Komodor atau Laksamana Muda Pertama, dan juga pendiri surat kabar EL BAHAR. (anak kedua)</li>
<li><strong>Soekartini Sarojo Poegoeh</strong>, seorang ibu rumah tangga. (anak ketiga)</li>
<li><strong>Soeharsono Poegoeh</strong>, seorang pengusaha. (anak keempat)</li>
</ul>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-211" src="https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/soekarmini-dan-anak.jpg" alt="" width="800" height="500" srcset="https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/soekarmini-dan-anak.jpg 800w, https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/soekarmini-dan-anak-300x188.jpg 300w, https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/soekarmini-dan-anak-768x480.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><br />
Perjalanan Soekarmini menyeberangi pulau-pulau Nusantara, jejak keturunannya, hingga bagaimana versi-versi sejarah membentuk persepsi publik selama puluhan tahun. Sejarah besar Indonesia mungkin mengenal Putra Sang Fajar. Tetapi di baliknya, ada seorang kakak yang menjaga perjuangan itu tetap hidup. (YSPR/FL)</p>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-374 aligncenter" src="https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/list-break-web.png" alt="" width="354" height="20" srcset="https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/list-break-web.png 354w, https://www.soekarmini.org/wp-content/uploads/2026/01/list-break-web-300x17.png 300w" sizes="(max-width: 354px) 100vw, 354px" /></p>
<p>History often spotlights those who stand on the main stage. Yet behind every grand narrative are quieter figures—working in silence, stitching together family resilience, reconnecting what has been torn apart, and keeping the flame alive.</p>
<p>This unassuming woman was born to Raden Soekemi Sosrodihardjo and Ida Nyoman Rai on March 13, 1899, in Singaraja, Bali, and passed away on October 22, 1984, in Blitar, East Java. She played a crucial role in the life journey of the Proclamator, from his early years through periods of exile.</p>
<p><strong>A Vital Link During the Years of Exile</strong></p>
<p>When the young Soekarno was exiled to various regions across the archipelago—from Flores to Sumatra—Soekarmini emerged as a living bridge for the family.</p>
<p>At the request of her mother, Ida Ayu Nyoman Rai, she was tasked with visiting, escorting, and ensuring that her younger brother remained connected to the family amid the severe limitations of transportation and communication at the time.</p>
<p>In an era when sea voyages could take months and inter-island travel was costly and fraught with risk, Soekarmini’s journeys were only possible with the support of her husband, Poegoeh Reksoatmodjo, an irrigation official during the transitional period of the Dutch East Indies.</p>
<p>Soekarmini’s story is one of sacrifice, familial loyalty, and a woman who worked quietly to uphold the course of national history. It is a story worth retelling—not as a mere footnote, but as an integral part of the mosaic that shaped the Proclamator’s family journey.</p>
<p>Her sincerity, compassion, and steadfast character became part of the foundation that forged her brother’s fighting spirit—one that would later inspire an entire nation.</p>
<p><strong>Soekarmini’s Children: Accomplished and Distinguished</strong></p>
<ul>
<li>Ir. Soekojono, the designer and builder of the Surabaya Heroes Monument (Tugu Pahlawan), and one of the founders of Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya (first child).</li>
<li>Soejoso Poegoeh, S.H., a Commodore (First Rear Admiral) and founder of the newspaper El Bahar (second child).</li>
<li>Soekartini Sarojo Poegoeh, a homemaker (third child).</li>
<li>Soeharsono Poegoeh, an entrepreneur (fourth child).</li>
</ul>
<p>Soekarmini’s journeys across the islands of the archipelago, the legacy of her descendants, and the ways historical narratives have shaped public perception over decades form an inseparable continuum. Indonesia’s grand history may celebrate the Son of the Dawn. But behind him stood an elder sister who ensured that the struggle never faded. (YSPR/FL)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tindakan Sederhana Menjadi Cahaya Bagi Sesama</title>
		<link>https://www.soekarmini.org/tindakan-sederhana-menjadi-cahaya-bagi-sesama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Soekarmini]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 10:17:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.soekarmini.org/?p=155</guid>

					<description><![CDATA[Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, kita sesungguhnya selalu diberi kesempatan yang sama: memilih untuk percaya pada orang lain. Percaya bahwa,&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, kita sesungguhnya selalu diberi kesempatan yang sama: memilih untuk percaya pada orang lain. Percaya bahwa, dengan segala keterbatasannya, manusia sedang berusaha melakukan yang terbaik. Percaya bahwa setiap orang layak mendapat ruang untuk tumbuh dan menjadi versi terbaik dari dirinya.</p>
<p>Kebaikan pun tidak selalu hadir dalam bentuk besar dan mencolok. Ia sering datang diam-diam, melalui hal-hal yang tampak sederhana. Sepatah kata lembut yang menguatkan di saat seseorang hampir menyerah. Uluran tangan yang membantu orang lain berkembang. Atau tindakan kecil yang nyaris tak terlihat, seperti menjadi “malaikat tanpa nama” yang mengisi penuh tangki bensin seseorang yang bahkan tidak kita kenal.</p>
<p>Di balik senyum yang kita lihat setiap hari, bisa jadi banyak orang sedang memikul beban yang berat. Karena itu, menyaksikan atau mengalami kebaikan semacam ini kerap menghadirkan haru, air mata bahagia yang jatuh bukan karena kesedihan, melainkan karena rasa kemanusiaan yang masih hidup dan bernapas di sekitar kita.</p>
<p>Kebaikan mengingatkan kita pada satu hal yang penting: dampaknya tidak pernah berhenti pada orang yang langsung kita bantu. Ia bergerak, menyebar, dan menjalar ke luar. Kebaikan menyentuh kehidupan orang-orang lain, bahkan mereka yang mungkin tidak akan pernah kita kenal atau jumpai.</p>
<p>Itulah sebabnya memberi dengan ikhlas dan menolong dengan tulus menjadi sesuatu yang bermakna. Sebuah tindakan baik, sekecil apa pun, bisa menjelma cahaya, cahaya yang menghangatkan, menguatkan, dan mungkin menyembuhkan seseorang, jauh di luar jangkauan pandangan kita. (YSPR/FL)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
