Merdeka!

Apakah Anda menikmati situasi ramai, senang mencari pengalaman baru, merasa nyaman dalam kelompok, dan lebih menyukai jadwal kegiatan yang padat?

Bila jawabannya adalah “ya”, maka besar kemungkinan Anda cenderung ekstrovert.

Istilah ini diperkenalkan oleh psikolog Carl Jung pada tahun 1920-an, untuk membedakan antara mereka yang berfokus ke luar (ekstrovert) dan mereka yang berfokus ke dalam (introvert).

Ekstroversi secara umum adalah ciri kepribadian yang ditandai dengan sifat ramah, mudah bergaul, dan energik, berbeda dengan para introvert yang menyukai kesendirian.

Orang yang ekstrovert cenderung berani, banyak bicara, dan ekspresif. Sering menunjukkan kehangatan, kebahagiaan, dan kegembiraan.

Banyak orang cenderung lebih ekstrovert daripada introvert, atau sebaliknya. Namun, sejumlah besar orang mungkin lebih tepat diklasifikasikan sebagai “ambivert,” yang memiliki kepribadian terbagi relatif sama antara sifat introvert dan ekstrovert.

Menurut penelitian, ekstroversi berkaitan dengan sejumlah hasil kehidupan yang berpotensi positif, seperti kebahagiaan, kesuksesan dan kemungkinan menjadi pemimpin.

Apakah itu berarti bahwa menjadi ekstrovert itu “lebih baik”? Belum tentu. Siapa pun yang sangat mengidentifikasi diri sebagai introvert atau ekstrovert cenderung berpendapat bahwa tipe kepribadian mereka memiliki keunggulan yang lebih besar.

Namun beberapa peneliti telah menemukan “keunggulan ambivert,” dimana individu yang berada di tengah skala introversi-ekstroversi—mungkin secara keseluruhan lebih beruntung daripada mereka yang berada di salah satu ujung ekstrem (ekstrovert atau introvert).

Generasi Z sering dicirikan sebagai generasi yang lebih introvert, lebih menyukai interaksi digital, lingkaran sosial yang lebih kecil, dan hobi yang lebih individualistis dibandingkan generasi yang lebih tua.

Apakah mungkin merubah ciri kepribadian?
Penelitian menunjukkan bahwa meskipun ciri kepribadian inti kita relatif stabil, ciri-ciri tersebut tidak kebal terhadap perubahan. Proses mengubah ciri kepribadian seseorang mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama dan usaha yang konsisten, tetapi hal itu memang mungkin dilakukan.

Namun perlu digarisbawahi bahwa baik kepribadian ekstrovert maupun introvert memiliki keunggulan masing-masing, seperti kata Laurie Helgue “Para introvert BUKANlah ekstrovert yang gagal.”

“Ubahlah dunia dengan menjadi dirimu sendiri”.
~Amy Poehler

Retno Triani Soekonjono
Psikolog.